Sabtu, 14 Januari 2017

Aku Mencintaimu...!!!


Pertemuan kita di suatu hari

Menitikkan ukhuwah yang sejati

Bersyukurku kehadap Illahi
Di atas jalinan yang suci



Namun kini perpisahan yang terjadi

Dugaan yang menimpa diri
Bersabarlah diatas suratan
Kutetap pergi jua


Selasa, 05 April 2016

Maukah Kau Menungguku ?

Terdengar bunyi sms dari sebuah HP, isinya:
“Maukah kau menungguku ukhti???
Insya Allah satu tahun lagi Ana akan datang ke rumahmu untuk mengkhitbahmu”
Jantung Sang Ukhti seperti berhenti berdetak, darah berhenti mengalir, nafasnya naik turun (kaget apa bengek?). Mimpi apa semalam pikirnya sampai dapat sms seperti itu.
Kawan pernahkah kau mengalami hal itu??? (tentu tak harus mengalaminya tapi cukup ambil ibroh darinya)

Sebagai seorang ikhwan, Sang Akhi yang tak ingin kehilangan Sang Ukhti, sedangkan Sang Akhi mengetahui jika pacaran itu tak ada dalam Islam. Tapi begitu takutnya dia kehilangan Sang Ukhti. sehingga dia memberanikan diri untuk menanyakan itu. (wait.. what happen aya naon? Akhi Ukhti, kalian tahu syari’at..!)
Atau sebagai Sang Ukhti yang begitu kaget mendapat sms seperti itu. Tak tahu apa yang harus dilakukan, karena selama ini Sang Akhi terlihat biasa saja.

Selasa, 22 Maret 2016

Guru Peradaban

Kata-kata yang sangat tidak asing kita dengar, bahkan ada diantara kita yang berfrofesi sebagai guru. Tapi seberapa besar tanggungjawab guru terhadap perkembangan moral ummat dan bangsa ini?

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa menuntut ilmu adalah wajib hukumnya, demikian sebaliknya, menyampaikannya adalah kewajiban. Seperti yang kita ketahui betapa besar ganjaran bagi seorang guru yaitu syurga, bagi mereka yang mengajarkan kebaikan. Sedemikian besarkah ganjaran yang diterima seorang guru?

 Seberapa besarkah peran guru dalam perkembangan moralitas bangsa ini? Sebagaimana kita ketahui, baik buruknya
seseorang dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga, terlebih lagi lingkungan masyarakat. Di sini semua elemen bertanggungjawab. Seorang ibu yang merupakan guru pertama dan utama seorang anak, al ummu madrasatul ummah. Begitu juga seorang ayah, like father like son. Begitu juga dengan kita anggota keluarga dan anggota masyarkat, memiliki andil yang besar dalam perkembangan moralitas ummat dan bangsa.

Rabu, 09 Maret 2016

Doa Ketika Menghadapi kesulitan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu,  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 
 اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
 
 “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2427, Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 351, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashfahan: 2/305, Imam Al-Ashbahani dalam al-Targhib: 1/131. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam  Silsilah Shahihah 6/902, no. 2886 dan mengatakan, “Isnadnya shahih sesuai syarat Muslim.”)
Doa ini juga disebutkan oleh Pengarang Hisnul Muslim, DR. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, pada hal. 90 dengan judul, “Doa bagi siapa yang mendapatkan kesulitan.” Beliau menyebutkan bahwa Syaikh al-Arnauth menshahihkannya dalam Takhrij al-Adzkar lil Nawawi, hal. 106 

Rabu, 17 Februari 2016

Wara' (Berhati-hati Terhadap Syubhat)

Hendaklah manusia berhati-hati terhadap hal-hal yang dihamramkan dan segala syubhat. Hal itu sebagai pelaksanaan dari sabda Rasulullah SAW:
“Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas, dan diantara keduanya terdapat perkara-perkara yang sama-samar yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Maka barangsiapa yang memelihara diri dari syubhat-syubhat, berarti telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjatuh dalam syubhat, berarti telas terjatuh dalam hal yang diharamkan.” (HR.Mutafaq ‘alaih)
Sikap Wara’ yang paling tinggi tingkatannya adalah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw.dalam hadits beliau: